Godspeed.

Kita sedang berselancar di lautan kehidupan.

Ada kalanya, kita menikmati papan selancar kita terbawa arus begitu aja; dan ada kalanya perlu dayuh untuk menuju ke tengah lautan. Papan selancar-pun terkadang terbalik membuat kita tenggelam menelan air; memberi pilihan untuk menertawakan diri dengan geli, atau marah ke lautan karena membuat kita tenggelam.

Everything happens with reason. Kejadian-kejadian yang dulu rasanya bikin senyum-pun susah, ternyata sekarang jadi hal yang kutertawakan dan kusyukuri.

  1. Di amanah kami masing-masing, aku berinteraksi sama TER lagi. Maafkan aku karena mention dia kembali, tapi ini begitu lucu buatku :—} Masih inget banget, dulu aku menanti setiap kesempatan bisa ketemu sama dia, buat ngobrol sama dia. Tapi sekarang saat kesempatan itu udah ada, i feel nothing. Aku ketawa-ketawa aja pas orang-orang sekitar godain kami. Hatiku memang tak lupa kalo dulu pernah bahagia dengan sekedar ngeliat senyumnya dan mengingat cara dia memanggilku. Tapi .. thats all. Kami telah melalui jalan kami masing-masing. Kami-pun sepertinya sama-sama tau kalo itu adalah masa lalu. Kotak Pandoraku, sekarang sudah berani kuintip sewaktu-waktu dengan senyum geli tersemat di hati. Dan percayalah, perasaan lepas ini salah satu perasaan tertentram yang pernah kurasain.
  2. Periode kepengurusan ini mungkin periodeku mempunyai amanah dan jaringan tertinggi dibanding periode lain di Kampus Ganesha. Dan aku mentransformasikan itu untuk mewujudkan mimpi-mimpiku yang terpendam hehe. Kongres KM-ITB yang apresiatif dan KM-ITB yang aware terhadap Senator-Senatornya kucoba wujudkan melalui media-media Kongres. Semangat transparansi dan inspirasi kucoba tuangkan dalam dokumen “Diary Senator HMIF” yang insyaAllah terbit perbulan (sudah ada edisi AprilMeiJuni & Juli). Sebagai transfer knowledge dan agar periode mendatang tak mengulang kesalahan yang sama, kami buat dokumen yang berisi pola pikir kebijakan-kebijakan maupun kesalahan yang pernah terjadi. Ada proyek kolaborasi “Senandika Ganesha” yang insyaAllah akan segera dirilis. Semua itu, bikin aku makin tau kalau masih banyak banget yang perlu kupelajari dan tingkatin buat menjalani amanah ini :) Tau kan rasanya bisa pelan-pelan merealisasikan mimpi yang terpendam? Bahagia.
  3. Melewati usia dua puluh satu, pintaku ke Allah cukup berbeda dari taun-taun belakang. Dulu, doaku minta A B C yang didominasi keinginan. Sekarang permintaan yang kumohonkan dari Pemilik Semesta bentuknya cukup abstrak, yang aku sendiri-pun belum tau akan jadi seperti apa. Beberapa pola pikir juga mulai berubah. Pada waktu ospek dulu, orang-orang yang harus-sholat-begitu-Adzan dan harus-taraweh-berjamaah-di-Masjid itu kupikir menyusahkan karena ganggu kumpul angkatan (haha ya, sedangkal itu pemikiranku). Sekarang ospek/kumpul angkatan/acara himpunan-lah yang kurasa ganggu orang ibadah. Ramadhan yang cuma sebulan dalam setaun rasanya terlalu sayang kalau terlewatkan hanya demi acara almamater yang duniawi kan? ;)

Saat menuliskan ini, kantung bersyukurku jadi tumpah ruah. Banyaak berkah yang dengan Godspeed udah terjadi di hidupku; dan waktu, masih berjalan dan terus berjalan dengan menyenangkan.

“Maka nikmat Rabb kamu yang manakah yang kamu dustakan?” Semoga kita salah satu yang berkesempatan mengucap “tidak ada satu pun nikmat-Mu, duhai Tuhanku, yang aku dustakan”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s