galau dan hancur

pertama, saya ingin mengklaim bahwa inilah batas kemampuan saya merangkai kata untuk tidak menyinggung pihak manapun. harap dianggap bahwa cuma sayalah orang yang sebobrok ini. jika ada pihak yang tersinggung, mohon langsung dikomplen ke saya. Anda pasti lebih dewasa dari saya untuk tidak main belakang, bukan? :)

ini masih tentang stei itb. telah berlalu bulan sejak postingan itb terakhirku. dan harus dibanggakan, sekarang aku udah ega sebodoh sebelumnya, setidaknya. jadi sebagai ilustrasi singkat, jalur pendaftaran itb ada 3, diurutin berdasar kedekatan waktu ujian dengan tanggal hari ini:

  1. Ujian Saringan Masuk (USM) Daerah
  2. Ujian Saringan Masuk (USM) Pusat
  3. Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB)

perbedaan utamanya, menurut pengetahuanku yang terbatas ini, adalah jumlah Uang Sumbangannya. ambil batas minimalnya saja. USM Daerah minimal 55juta, USM Pusar 20juta, SPMB 0 rupiah alias gratis. nah, aku udah niat bakal ikut yang USM Daerah. dan tidak ada masalah, hingga hari kemaren

ada seseorang sebut saja Mawar Melati di Kebun Anggrek (MMdKA). dia bilang, aku sampah pengecut daftar yang usm daerah. kenapa? orang yang kurang mampu tapi lebih pinter dari aku, berarti gabisa ikut usm daerah. cuma bisa ikut SPMB. bagaimana perasaan mereka liat aku bisa masuk itb karena usm daerah punya kuota sendiri yang cukup besar? padahal belom tentu kalo bersaing dalam SMPB aku bisa keterima. MMdKA bakal doain aku ega keterima USM Daerah dan aku dimakimaki. dan percayalah kawan, dia tipe Islam sejati yang doanya perlu diwaspadai

gausah diurain kan gimana aku nangis, ngelap ingus, notol air mata? dan yang lebih utama, hatiku hancur

soalnya, aku tau itu bener. aku tau emang ega adil banget. aku juga punya prinsip, yang bagi beberapa orang terlalu kaku. idealismeku membuatku ega daftar PBS UGM. buat yang belum tau, itu jalur yang uang sumbangannya (misal : KU) minimal 100anjuta. jika tes ujian tertulis ugm biasa, yang diujikan Matematika Fisika Kimia Biologi Bahasa, maka PBS yang diujikan matematika dasar, bahasa inggris, dan TPA

dan disini, aku melawan idealismeku. aku berlindung dibalik pembenaranku, bahwa usm itb daerah yang diujikan sama kayak usm pusat&spmb. bahasa gaulnya : ngeles. membohongi diri. karna hati nuraniku tau itu sama aja. itu uang orangtua saya, bukan uang saya. padahal ega ada orang yang bisa milih orangtua kan? adil?

ada yang bilang ini pertarungan. orang lain aja manfaatin semua hal yang bisa dia manfaatin. nah, tapi orang lain jelek bukan berarti kita harus ikut jelek kan? tapi buat cuma ikut SPMB, aku ega sepede itu. dan hatiku ega sesuci itu buat ngelepas USM Daerah

tolong, kasih saya sokongan batin. saya butuh bantuan anda yang bijak

phy,

Ya Allah, Engkau tau kegelisahan hamba-Mu ini

25 responses to “galau dan hancur

  1. santai saja phy, menurutku jalan orang udah ada sendiri-sendiri. jalanin aja hehe

  2. ‘yang menyebabkan jika saya keterima USM Daerah, bukanlah kepintaran saya melainkan uang orang tua’

    banyak faktornya, bukan cuma itu lo phy. Tuhan, takdir, doa, bakat, tampilan dalam, tampilan luar, hha.
    life, we never know what will come to us

  3. Bener pik. Biarin aja orang mau bilang apa. Yang penting apa yang kamu lakuin sekarang, bakal sama atau bahkan lebih bermanfaat buat semua orang. Jadi jangan sia2in kesempatan, insya Allah, untuk menuntut ilmu di itb. Yakinkan mereka ga salah pilih! Hehe

  4. Sudah jelas yang dibilang para pengoment sebelum saya itu benar. Mau semampu apapun, sepintar apapun, lewat jalur apapun, kalau Allah tidak meridhoi ya jelas tidak akan lolos. Dan itu berlaku untuk siapapun. Setiap orang sudah punya jalannya masing2. Kalau kamu ikut USM daerah dan lolos,berarti itu jalan kamu. Dan kalau “orang yang kurang mampu tapi lebih pinter dari” kamu “gabisa ikut usm daerah”, ya itu pun jalan mereka. Adilkah?? Yang Maha Adil yang mengaturnya..

  5. well, i’m the one who try to get into UGM by PBS menurutku, semua jalur sudah cukup adil untuk masuk UGM. UM misalnya, kenapa mereka diberi SPMA yang bisa dianggap jauh di bawah PBS? karena mata pelajaran yang diujikan melingkupi bidang IPA, IPS, atau IPC. Anggap saja SPMA yang tidak semahal PBS itu sebagai keringanan karena mereka sudah belajar dengan keras dan berhasil masuk UGM lewat UM. sedangkan jalur PBS? Kenapa jalur itu dibutuhkan. banyak teman2 kita yang kurang mampu yang ingin mengenyam pendidikan universitas juga bukan? darimana UGM mampu menyediakan dana sebegitu banyaknya untuk menyumbang ratusan mahasiswa yang ditopang beasiswa? Siswa PBSlah yang turut membantu, meski tidak sepenuhnya. sedang jalur PB yang lain? mereka memiliki prestasi yang menurut saya berhak untuk masuk ke dalam UGM, dan berkesempatan mengharumkan nama UGM melalui prestasi mereka.

    oya, guruku pernah bilang, kalo kita mau berhasil, tutup telinga kita, tutup mulut kita, tutup mata kita. karena apabila kita melihat orang lain, kita cuma mau membanding-bandingkan, mencela, dan membuat semangat kita menjadi down. dan yang penting, kita harus down to earth, jangan merasa “aku udah bisa” tapi “aku harus bisa dan berhasil” Allah udah bilang di surat Al Kafirun ayat terakhir “lakum dinukum waliyadiin” artinya bagimu agamamu, bagiku agamaku. sekarang kita pake ayat itu. jadi “bagiku jalanku untuk masuk ITB melalui USM Daerah, bagimu jalanmu yang kamu pilih untuk masuk universitas dan fakultas yang kamu inginkan” dengan begitu, kita semua bisa berdampingan, menghadapi semua orang dengan bijaksana, dan tentunya hari kita menjadi tenang, karena kita selalu fokus pada diri kita sendiri. -itu menurutku lo..

    • wuih panjang banget pendapatmu :p tapi apik fer. kemaren aku juga berdalih buat subsidi silang, tapi MMdKA nyanggah : kalo beneran mau subsidi silang, ikut SPMB dengan sumbangan 55juta kan bisa. gimana gimana? bantu aku berpendapat :D

      • haha suruh aja bapaknya bayarin beasiswa sama operasionalnya universitas yang nilainya milyaran itu. dan menurut kakak2 kelas yang masuk UGM lewat jalur PBS, tes IPDnya itu jauhjauhjauh lebih sulit daripada IPDnya UM. dan TBSnya, nggak seperti yang sering kita jumpai di tes IQ.

        semoga kamu sukses dengan pilihanmu :)

        p.s: btw siapa sih MMdKA? :D
        Dan kaya katakata guru yang kita denger di sma3 “segoblok2nya anak sma3, masih sangat cerdas. mereka cuma kurang diasah aja”

  6. nggak semua yang temen lo bilang tentang yang namanya keadilan menurut gw itu bener.
    karena buat bertahan kita harus manfaatin segala potensi yang kita miliki.
    bukannya pasrah dan terlalu idealis gitu.

  7. @fera ya secara ngapain um Ilmu Pengetahuan Dasarnya mendalam, udah pake ilmu lanjutan kan -,- yg bikin perasaanku ega tenang, tetep aja fakta kl usm daerah lebih gampang dr spmb. berarti saya membeli dgn uang? :’O

  8. oiya aku pengen lho ada anak spmb yg nyumbang pikiran. silahkan, anonim aja tak apa, aku pengen denger pendapat dari orang pertama :D jarang jarang lho bisa misuh to the point hehe

  9. hoho,lewat usm juga ga segampang itu kok
    temen mas dulu daftar stei usm daerah ga diterima,usm pusat ga juga,
    eh pas spmb masuk,dan dia bayarny 0 rupiah,mantep kan,soal rejeki tu dah ada yg ngatur,hehehe,tinggal berusaha aja

    • YAIYALAH MAS aku ga bilang usm gampang. gila emang aku sepinterbanget itu ngegampangin. susah susah susah kan apalagi stei :’) ups tapi ada seseorang yang ninggalin stei ya dulu :ppp

  10. hohoho,tenang dek =).cuma mo bilang klo yg lulus USM tu juga ga kalah sama yg lulus SPMB

    moga2 diberi kemudahan pas tes USM
    amin
    saling mendoakan sm hemas yaa..

  11. gini phy, pemikiran kmu itu kayaknya agak kurang pas. jalur khusus emg dibutuhin dana yg gedhe dan gak semua bisa ikut tapi bukan berarti yg ikut itu gak punya potensi selaen duit, krn yg diujiin pun gak segampang yg kita kira.

    ak adlh org yg ikut jalur UM (gak mungkin to ak ikut SPMB? hehe), mnurutku, dgn PBS/USM itu universitas ksih kesempatan bwt yg gak sepinter ank SPMB/UM biar jadi pinter tp mrka jg hrs pnya tanda trimakasih dg kesempatan itu (sumbangan). nah, utk yg pinter tp gak mampu kasih tnda trimakasih itu (kayak aku :p), dikasih kesempatan lewat UM/SPMB, jadi emg udah lumayan adil mnurutku. selanjutnya idem sama komennya fera.

    dn bwt si MMdKA itu, gak usah didengerin, mungkin dy sanggup ikut SPMB tp gak semua org sanggup ikut SPMB. bilang aj ke dy emg USM dg duit segitu dijamin ketrima? kan blom tentu juga, emg dg SPMB sumbangan 55jt juga dijamin ketrima? gak ad jaminan pik

    dan satu lagi, masuk universitas dg jalur khusus yg perlu pembayaran gedhe juga butuh keberanian, berani utk tes lbih sulit dr jalur biasa, berani tawar-menawar ttg sumbangan, berani tanggujawab dg biaya sebanyak itu biar gak sia-sia, berani saingan dg bnyak orang yg punya kesamaan potensi ttg duit itu,dll.

    jadi, jalur khusus itu bukan suatu kesalahan pik.

    itu menurutku sih, hehe, sori yo klo malah tambah galau :p

    • Setuju ama Sumeq :D

      Tiap orang udah diciptakan seadil-adilnya ama Allah SWT. Itu hanya masalah jalur mana yg orang tempuh buat mencapai sesuatu kan? Stay cool aja Phy, kamu dan dia punya urusan sendiri-sendiri. Lagian, menurutku, kalo kamu udah berkorban banyak, dan emang udah berusaha n berdoa, aku yakin Allah juga bakal ngebales kamu ampe berlipat-lipat kalinya. Urusan kayak gini mah bagi Allah gak sampe setitik kalo dibandingin kekuasaan-Nya :)

  12. klu aku sih,,stuju2 aja klu orang mau ikud PBS kek,,USM daerah kek,,apapun lah,,slama mreka mampu ya itu adalah berkatnya…lagipula,,klu dalam pandanganku…lagipula jalan hidup dan kesuksesan orang itu rahasia Tuhan,,

    Selama kamu meyakini bahwa apa yg kamu yakini itu bener,,jangan goyah…

    orang boleh berpendapat,,tapi hidup kita adalah milik kita..

  13. weleh…
    kata seorang alumni (alumni USM daerah, yang ga lolos USM daerah 2009):
    “berdasarkan kata salah satu petinggi ITB, USM memang mahal, namun ITB tidak memprioritaskan uang. Uang itupun nantinya disubsidikan untuk program beasiswa ITB Untuk Semua, itung2 buat membantu yang ga mampu lah..”

    yang penting yakin aja..

  14. kalo menurutku nih ya, kamu mau ikut USM Daerah ataupun SNMPTN tuh sama aja. kalau MMdKA bilang, kamu sama artinya mengahalngi anak anak kurang mampu secara ekonomi, emang SNMPTN enggak? sama aja.
    banyak anak yang pengen ITB, mereka bukan dari golongan yang tidak mampu, tetapi juga bukan golongan yang sangat mampu. mereka mau ikut ITB untuk semua nggak bisa, tapi kalau ikut USM terpusat atau daerah juga tidak begitu mampu secara ekonomi. kebanaykan dari mereka ngambil SNMPTN dengan harapan nggak perlu bayar uang sumbangan dalam jumlah besar. jadi mereka tinggal bayar biaya hidup sama uang kuliah per semester yang mana katnya juga bisa gratis kalau udah masuk itb dan ngajuin beasiswa.

    jalan orang tu udah di tentuin sama yang di Atas pik, jadinya ga salah kalo kamu ikut USM daerah. semangat pik!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s