gethekan gembira

pertama-tama saya ucapkan selamat ulang tahun kepada Zahra Zafirra Mutiara atas bertambahnya umurnya menjadi 17. dan saya ucapkan terima kasih kepada Saudari Zahra karena mengundang saya untuk perayaan ulang tahunnya di Boyong Kalegan, Sleman

nah, intinya, anya ngajak seangkatan-ulangi : SEANGKATAN- ke boyong kalegan buat nyuci piring maem-maem dan bermain bersama. dalam kapasitasnya sebagai ketua osis, dia ingin menyatukan angkatan

kayak yang udah kutulis kemaren, aku beli kado oke di gale. oke bener bener oke : tau mesin permen yang kalo dimasukin koin keluar permen buletbulet? nah itu dia yang kubeli, plus lampion kuning oke

tapi masalah oh masalah:

– kita ega ada transport. kita yang kumaksud adalah aku, olik, hemas, biak, nani

kita tidak miskin kendaraan, bahkan bia ada mobil nganggur, dan hemas ada mobil dan motor nganggur. tapi masalahnya, ega ada yang menjadi sopir

pada saat kita kebingungan itu, ada seseorang yang nawarin tumpangan tapi ega jadi akhirnya kita ikut mobilnya anya yang udah penuh. dan you know, 7 orang dempet dempetan di jok tengah. 4 orang mangku 3 orang. dikit lagi jadi lemper lepek. kenapa tak ada dari kita yang duduk di belakang? alasannya sangat simple, karena emang ega ada jok belakang! jadi jok belakang mobil ini cuma sepanjang 1,5 meter x 50 cm, lebih kecil dari toilet kuburan. untunglah ketika setengah perjalanan, bantuan datang. kami pindah ke mobilnya anya yang lain yang ada jok belakang

akhirnya sampai dengan selamat di boyongkalegan. aku sama hemas langsung nyari gethek  diambil kayunya buat mbakar ikan mengarungi boyong kalegan. benar sekali, pengelola boyong kalegan sangat pintar dalam menjaring konsumen. mereka menyediakan kolam ikan cukup luas dan gethek untuk pengunjung yang ingin mengalami sensasi menjadi lebih superior dari ikan dengan bisa bergerak lebih cepat di atas air dari pada ikan

setelah mencoba segala hal yang disuguhkan pengelola boyongkalegan : gethek, jungkat jungkit, kursi goyang. aku melihat ayunan yang sedang menganggur

dari tadi ayunan ini dipakai oleh biandul dwidul. dan sekarang dia telah lengser dari kekuasaannya, maka ayunan itu kosong

segera berlari ke ayunan sebelum diambil oleh orang lain

duduk dengan sentausa di atas dudukan ayunan

mulai menjejakkan kaki untuk menggerakkan ayunan ke belakang

ayunan mulai menjalankan fungsinya : berayun ke depan dan belakang

ayunan makin tinggi berayun

makin tinggi, makin cepat

makin cepaaat … KRETEK

tetap tinggi .. KREEEET

menyadari bahaya yang menghadang, aku langsung menghentikan paksa ayunan laknat tersebut dengan cara terbaru abat ke 21 : jejakkan kaki ke tanah, tahan gerakan parabola yang terjadi

phy,

lain kali harus sadar, ayunan anak anak tidak diperuntukan bagi berat 53 keatas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s